021-7244630 yayasanpiai@gmail.com

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿١٠﴾تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿١١﴾يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿١٢﴾

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga `Adn. Itulah keberuntungan yang besar (Ash-Shaf: 10-12).

Seorang penyair Mesir Syauqi berturur:
انما الامم الاخلاق ما بقيت وان هم ذهبت اخلاقهم ذهبوا
Sesungguhnya suatu bangsa itu tetap ada dan dimuliakan manakala masih punya karakter (akhlak). Tapi jika akhlak (karekter) mereka hilang, maka bangsa itu bebrarti telah hilang.

Seorang ahli strategi perang Sun Tzu berkata:
Jika Anda kehilangan harta, Anda tidak kehilangan apa-apa.
Jika Anda kehilangan kesehatan, Anda kehilangan sesuatu.
Jika Anda kehilangan karakter, Anda akan kehilangan semuanya.

Reformasi yang kita gerakkan sejak sekilan lama, ternyata tidak membawa perubahan dan tidak menghadirkan perbaikan mental dan tidak melahirkan akhlak yang lebih baik. Reformasi hanya menghasilkan kebebasan yang kebablasan, menjadikan generasi dan manusia-manusia yang tidak menghargai orang lain, tidak berterima kasih atas pemberian Tuhan, sehingga bangsa ini seakan kehilangan jati diri dan kehilangan karakternya.

Faktanya:
Bangsa yang dulu ramah, kini menjadi bringas.
Bangsa yang dulu santun, kini menjadi cepat marah.
Bangsa yang dulu pemaaf, kini menjadi pendendam.
Bangsa yang dulu peduli, kini menjadi masa bodoh.
Bangsa yang dulu sangat toleran, kini menjadi pemaksa.
Bangsa yang dulu mengakui perbedaan, kini menjadi bangsa yang merasa paling benar. Orang yang tidak sepaham disalahkan, orang yang tidak sependapat diserang dan dimusuhi.

Mengapa? Karena reformasi yang kita bangun bukan jihad yang dikehendaki Allah. Reformasi dibangun di atas kepentingan diri. Yang ada di dalam otak setiap diri hanyalah “aku”, tidak ada orang lain, tidak ada masyarakat dan tidak ada kepentingan umum. Setiap orang selalu mengejar apa saja untuk “aku”-nya, sehingga hak-hak orang lain diabaikan. Dan “aku” adalah karakter Iblis. Manalaka semuanya untuk “aku,” maka sesungguhnya kita sudah terlibat jauh berbisnis dengan Iblis laknatullah.

Al-Kisah dari sebuah hadits Rasulullah. Nabi Isa alahis salam mengadakan perjalan dakwah. Di tengah jalan bertemu dengan iblis yang sedang menggiring 4 himar yang di punggunya berisi muatan barang. Nabi Isa bertanya: “Hai Iblis, apa yang kamu bawa di atas himar itu?”
Iblis menjawab: “Saya membawa barang dagangan untuk umat manusia.”
Nabi Isa: “Dagangan apa yang kamu tawarkan?”
Iblis: “Ada empat dagangan.”
Nabi Isa: “Apa itu dagangan pertama?”
Iblis: “Di atas himar pertama adalah dagangan kezaliman atau ketidak adilan.”
Nabi Isa: “Siapa yang akan membeli?”
Iblis: “Dagangan ini akan dibeli oleh orang-orang yang punya jabatan.”
Nabi Isa: “Apa dagangan yang kedua?”
Iblis: “Di atas himar yang kedua adalah dagangan hasad atau iri hati.”
Nabi Isa: “Siapa yang akan membelinya?”
Iblis: “Dagangan ini akan dibeli oleh orang-orang yang punya ilmu atau para ulama.”
Nabi Isa bertanya: “Apa dagangan yang ketiga?”
Iblis: “Dagangan ketiga ada di atas himar ketiga berupa kecurangan.”
Nabi Isa: “Siapa yang membeli dagangan itu?”
Iblis: “Dagangan ketiga akan dibeli oleh para pengusaha atau para pedagang.”
Nabi Isa: “Di atas himar yang ke empat apa?”
Iblis: “Di atasnya adalah dagangan tipu daya/fitnah.”
Nabi Isa: “Siapa yang akan membelinya?”
Iblis: “Paling banyak membeli dagangan ini adalah kaum wanita.”

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah…!
Empat dagangan Iblis ini sungguh sangat besar efeknya bagi kehancuran dunia. Kalau misalnya Anda tidak shalat, Anda tidak akan merugikan orang lain. Kalau Anda tidak berpuasa, Anda tidak akan membuat susah orang lain. Kalau Anda tidak haji, sedekah, atau tidak membaca Al-Qur’an, orang lain tidak ada yang terganggu dan tidak ada yang dirugikan. Tetapi manakala Anda melakukan kezaliman, menanamkan kedengkian, melakukan kecurangan dan menyebarkan fitnah, maka akan terjadi banyak korban berjatuhan, dan ini akan menyebabkan tatanan masyarakat kacau dan terjadilah bencana kemanusiaan yang sangat mengerikan.

Zalim adalah bisnis Iblis. Orang yang melakukannya berarti berbisinis dengan Iblis. Siapa saja bisa berbisnis zalim dengan Iblis, tetapi yang paling besar mendapatkan kesenangan adalah para pemimpin dan pemegang jabatan. Cobalah Anda lihat apa yang terjadi dari kezaliman ini.
Apa yang didapat oleh hakim yang zalim? Dan apa yang dirasakan oleh orang yang menerima keputusannya?
Apa yang didapat oleh penegak hukum yang zalim, yang seperti pisau tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Dan apa derita rakyat akibat dari keputusannya itu.
Apa yang didapat oleh pejabat yang zalim? Dan apa derita rakyat yang dipimpinnya?

Dengki adalah bisnis Iblis. Orang yang dengki berarti berbisnis dengan Iblis. Siapa saja bisa berbisnis dengki dengan iblis, tetapi yang paling banyak memiliki kedengkian adalah para ulama atau ilmuan.

Curang adalah bisnis Iblis. Orang yang curang berarti berbisnis dengan Iblis. Siapa saja bisa berbisnis dengki, tetapi yang paling banyak melakukan kecurangan adalah para pengusaha. Lihatlah apa akibat yang diderita negara dan rakyat ini kalau para pengusahanya melakukan kecurangan. Apa yang akan diderita rakyat kalau para pengusaha berkolaborasi dengan pejabat melakukan kecurangan?

Tipu daya dan fitnah dagangan Iblis. Orang yang bertipu daya dan membuat fitnah berarti berbisnis dengan Iblis. Siapa saja bisa membuat tipu daya dan fitnah, tetapi tipu daya wanita lebih berbahaya.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah …..
Sesungguhnya kalau kita renungkan, kita semua sekarang ini sedang berniaga atau berbisnis. Kita adalah orang yang berdagang untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Kita membeli untuk mendapatkan kesenangan. Singkatnya kita hidup ini adalah berniaga. Karena itu, maka berniagalah yang bisa mengantarkan diri pada keselamatan. Jangan kita berniaga yang membuat diri dan orang lain sengsara. Jangan kita berniaga hanya untuk mendapatkan kesenangan sesaat tapi menderita di akhirat berkepanjangan. Dan tidak ada perniagaan yang paling menguntungkan dan bisa mengantarkan diri selamat dunia dan akhirat kecuali perniagaan dengan Allah.

Allah berfirman dalam Surah Ash-Shaf: 10-11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ١٠ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ١١
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Dagangan yang menyelamatkan dari siksa yang pedih itu adalah:

1.Beriman kepada Allah dan Rasulullah. Aplikasinya yaitu:
• Meng-Esakan Allah.
• Beribadah kepada Allah.
• Meyakini akan adanya balasan dari Allah.

2. Berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Aplikasinya yaitu:
• Memberikan kepedulian kepada orang-orang yang kurang beruntung.
• Mencegah terjadinya kerusakan di muka bumi.
• Menjadikan diri berguna bagi orang lain.

Kepada orang-orang yang berbisnis dengan Allah, Allah akan memberikan keuntungan yang besar yang menjadi dambaan setiap Umat Islam. Allah berfirman:
يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (١٢) وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ ١٣ الصف
Artinya:
Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan memasukkan kamu ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan ada lagi karunia yang lain yang kamu sukai yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat waktunya. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
Keuntungan niaga dengan Allah adalah:
1. Mendapatkan ampunan dari semua dosa.
2. Mendapatkan syurga.
3. Perolongan dari Allah.
4. Kemenangan dalam persaingan.