021-7244630 yayasanpiai@gmail.com

Saudara-saudara kaum muslimin yang dimuliakan Allah.

Gerhana Matahari adalah peristiwa yang sangat fenomenal dan menakjubkan, yang hanya terjadi pada sekian tahun sekali. Gerhana semacam ini, ternyata tidak semua negara di dunia bisa mengalaminya. Karenanya, tidak mustahil kalau banyak orang dari berbagai bangsa di dunia berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk menyaksikan peristiwa ini, khususnya para ilmuan dan mereka yang ingin menyaksikan keindahan dan kebesaran Tuhan.

Bagi kita umat Islam, tentu bertanya-tanya: Apa makna Gerhana matahari ini? Apa hikmahnya? Apakah gerhana sebagai pertanda datangnya kiama? Apakah gerhana sebagai tanda akan datangnya bencana? Apakah gerhana justru menghadirkan keberuntungan? Ataukah gerhana sebagai pertanda akan datangnya sebuah fase di mana umat manusia akan semakin baik dan semakin taat kepada Allah.

Dalam hal ini, Islam memberikan bimbingan kepada kita, setiap kali kita melihat sesuatu yang menjakjubkan, kita dianjurkan mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Maka mari kita bersama-sama mengucapkan tasbih, subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahi akbar.

Saudara-saudara kaum muslimin yang dimuliakan Allah.

Matahari, bulan, bintang, palanet dan alam adalah karya besar Allah. Matahari dihadirkan agar manusia tahu apa itu siang hari. Bulan dimunculkan, agar manusia tahu apa itu malam. Di pagi-pagi matahari datang untuk menggantikan malam, dan sore hari malam datang dengan bulan untuk menggantikan siang. Malam untuk istirahat dan siang untuk bekerja. Di malam hari manusia bisa merenungkan diri dan mendekat kepada Tuhan, di siang hari manusia bekerja giat untuk mencari penghidupan. Matahari terus berjalan pada porosnya, bumi berputar dan bulan memantulkan cahaya berputar mengelilingi bumi, agar manusia mengetahui hitungan hari, hitungan bulan, dan hitungan tahun. Dengan itu manusia berpikir, lalu menyadari sudah berapa usia hidupnya, dan berapa waktu yang yang sudah dilaluinya, kemudian menghitung-hitung cukupkah bekal yang akan dibawanya.

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُوراً وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللّهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ ﴿٥﴾

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya posisi-posisi bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui (Yunus: 5)

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (38) وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ (39) لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (40) [سورة يس].

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan pada posisi-posisinya, sehingga setelah dia sampai ke posisi yang terakhir, maka kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (Yasin 38-40).

Saudara-saudara kaum muslimin yang dimuliakan Allah.

Ada dua hikmah dalam peristiwa gerhana matahari. Yang Pertama: Hikmah Ilmiah Qadariah.Yang Kedua: Hikmah Syar’iyyah.

Hikmah Ilmiah ialah kebajikan dan makna penting yang kita bisa ketemukan berdasarkan ilmu pengetahuan, berdasarkan rotasi dan ketentuan Allah yang pasti atau sunnatullah.

Di dalam Hikmah Ilmiah ini, Gerhana matahari bukanlah urusan gaib. Mungkin di jaman Rasulullah tidak seorangpun tahu kapan gerhana akan terjadi, maka kala itu gerhana dianggap masalah gaib. Karena pengetahuan atau teknologi masih sangat minim atau bahkan tidak ada, maka semua pertanyaan dan dugaan-dugaan ditanyakan kepada Rasulullah. Hebatnya… Rasulullah tidak menyebutkan bahwa gerhana adalah masalah yang gaib. Rasulullah hanya menyebutkan bahwa gerhana adalah hukum Allah atau sunnatullah atau fenomena alam yang menjadi ayat kekuasaan Allah. Maka beliau menyatakan: “Gerhana terjadi bukan karena kehidupan seseorang atau kematian seseorang.” Ini artinya bahwa gerhana adalah peristiwa atau fenomena alam, di mana Allah menunjukkan kepada manusia akan kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Di dalam Hikmah Ilmiah ini juga, kita tahu bahwa matahari yang diagung-agungkan oleh semua orang ternyata juga suatu saat akan tertutup. Matahari yang dijadikan sebagai Tuhan oleh sekelompok manusia, ternyata juga bisa terhalang alias tertutup dan berubah. Maka hanya Allah saja yang tidak pernah tertutup, kecuali kita sendiri yang menutup diri dari Allah.

Kita juga menyadari ternyata peran matahari sungguh sangat luar biasa dalam kehidupan ini. Allah dengan rahmat dan kasih sayang-Nya menjadikan matahari sebagai sumber energy bagi semesta alam ini. Dalam penelitian secara ilmiah, saat terjadi gerhana matahari tahun 1999 yang lalu, atmosfir bumi mengalami pernurunan lebih dari 3 derajat, padahal gerhana hanya beberapa menit. Coba Anda bayangkan, bagaimana jika matahari tertutup (gerhana) genap satu hari. Bagaimana kalau seminggu…. Bumi beserta isinya akan membeku dan tidak ada kehidupan. Dan ketika bumi tidak mendapatkan pasokan energy dari matahari, maka bumi tidak lebih seperti bongkahan batu yang tidak bisa ditanami apapun dan tidak memberikan apapun.

Gerhana matahari secara ilimiah memberikan hikmah kepada kita, bahwa kita manusia tidak bisa hidup tanpa bekerja sama dengan makhluk Allah yang lain, kita tidak akan bisa meraih kebahagiaan tanpa berselaras dan mendapatkan pasokan energy dari semesta alam, dalam hal ini adalah matahari. Ketika matahari tertutup beberapa menita saja, dunia menjadi heboh. Bagaimana kalau matahari ditutup Allah tidak memancarkan cahaya sebulan di seluruh dunia. Anda bisa bayangkan apa yang akan terjadi….. Kita mungkin menyebutnya sebagai kiamat. Inilah yang digambarkan Allah di hari kiamat nanti. Allah berfirman:

فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ ﴿٧﴾ وَخَسَفَ الْقَمَرُ ﴿٨﴾ وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ﴿٩﴾ يَقُولُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ ﴿١٠﴾

Maka apabila mata terbelalak ketakutan, dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: “Ke mana tempat lari?” (Al-Qiyamah: 7-10). Allahu akbar…

Adapun Gerhana Dalam Hikmah Syar’iyah, ialah sebuah peristiwa besar yang dihadirkan oleh Allah untuk membangunkan manusia dari lalai, mengingatkan manusia agar kembali kepada Allah, menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Dan karena itu, maka setiap kali ada gerhana atau fenomena alam yang luar biasa, apa pun bentuknya, kita diperintahkan untuk bertasbih, bertahmid, bertahlil dan bertatkbir. Bahkan secara khusus, ketika terjadi gerhana, kita diperintahkan untuk berdoa, bertakbir, bersedekah dan mendirikan shalat. Rasulullah Saw bersabda:

إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله لا يخسفان لموت أحد ولا لحياته فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله وكبروا وتصدقوا وصلوا

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah, tidak terjadi gerhana keduanya karena kematian seseorang atau kehidupan seseorang. Maka apabila kamu melihat gerrahana, hendaklah kamu berdoa, mengagungkan Allah bersedekah dan mendirikan shalat.

Gerhana adalah tanda kebesaran Allah. Gerhana adalah ayat Allah yang ditunjukkan kepada manusia agar semakin takut kepada Allah. Gerhana dalam hikmah Syar’iyyah maknanya adalah peringatan kepada kita, agar kita semakin tunduk dan takut kepada Allah. Allah berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلاَّ تَخْوِيفاً ﴿٥٩﴾

Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menjadikan manusia takut kepada Allah (Al-Isra’: 59).

Di dalam hadis lain Riwayat Imam Muslim, Rasulullah Saw bersabda:

إن الشمس والقمر لا يكسفان لموت أحد ولا لحياته ولكنهما من آيات الله يخوف الله بهما عباده فإذا رأيتم كسوفا فاذكروا الله حتى ينجليا

Sesungguhnya gerhana matahari dan gerhana bulan tidak terjadi karena kematian seseorang atau kehidupan seseorang, tetapi keduanya adalah dari ayat-ayat Allah di mana dengan kedua gerhana tersebut Allah memberikan peringatan kepada hamba-Nya agar takut kepada-Nya. Jika kamu melihat gerhana, maka berzikirlah kepada Allah sampai tampak terang kembali (HR Muslim).

Dengan gerhana ini seakan Allah berbicara langsung memberikan peringatan kepada kita. Detik ini matahari tidak bersinar alias mati dan nanti akan hidup kembali. Kita juga demikian, hari ini kita hidup, besok kita akan mati, dan nanti kita akan dihidupkan kembali. Hari ini Allah berikan nikmat berlimpah, besok akan dicabut, dan akan dikembalikan lebih nikmat lagi manakala kita ikuti kehendak Allah. Hari ini kita diberikan kebebasan, silakan berbuat sesuka kita, besok akan dihentikan, dan kelak akan dimintakan pertanggunjawaban.

Allah telah memberikan begitu banyak fasilitas dalam diri kita, besok pada saatnya akan dicabut, dan pada saatnya nanti kita akan dimintai pertanggungjawabannya. Di hari ini seakan Allah mengingatkan kita: Mana tanganmu? Mana kakimu? Mana matamu? Mana pikiranmu? Mana rahmat Allah yang banyak itu? Ketahuilah pada waktunya nanti kita akan mati. Dan kematian itu tak ubahnya sebuah kejadian dalam waktu yang sangat pendek, hanya memerlukan waktu 3 menit seperti gerhana matahari total ini, sesudah itu kita akan hidup panjang untuk mempertanggungjawabkan semua yang telah dianugerahkan Tuhan. Maka mari kita beristighfar mohon ampun kepada, kiranya semua dosa-dosa kita diampuninya.

Alhamdulillahi rabbil alamin. Washsholatu wassalamu ala asyrafil anbiya wal mursalin. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami. Ampuni dan sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kami masih kecil sampai kami menjadi dewasa. Yang Allah, kami telah aniaya diri kami sendiri. Tangan yang mestinya untuk menolong dan berbuat baik, tetapi kadang kami pergunakan untuk kezaliman, mengambil hak orang mejada alat kerakusan. Kaki yang mestinya Kau kehendaki untuk berjalan menapaki jalan yang lurus dan benar, justru langkah kami lebih banyak mengikuti jalan bengkok menujuk kemaksiatan. Mulut yang mestinya Kau kehendaki untuk berkata baik, bertutur menyenangkan, mengajak pada kebaikan, tetapi lebih banyak kami gunakan untuk kebohongan, berkata-kata menyakitkan, mencaci, memfitnah, menghujat dan membuat kemarahan orang. Ya Allah, jika tidak Engkau ampunia kami, maka kami akan menjadi orang-orang yang merugi. (Klik di bawah ini lihat di Youtube)