021-7244630 yayasanpiai@gmail.com

buku zikir top (391 x 600)
Buku ini memastikan bahwa Zikir adalah TOP-nya Ibadah. Tidak ada ibadah kalau di dalamnya ada ada zikir. Tidak ada sesuatu yang istimewa kalau tidak dibarengi dengan zikir. Hidup adalah event adalah peristiwa. Ada ivent harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Dan dalam setiap ivent dianjurkan untuk berzikir. Buku ini dapat dibeli melalui SMS no 0812 8331 3589, atau melalui www.saifuddinaman.com

Malam Nisfu Sya’ban adalah malam yang diberkahi. Malam ini sangat disucikan, dimuliakan dan diagungkan. Malam yang penuh fadhilah. Allah turun menampakkan keagunganna kepada orang-orang yang beribadah menghadapnya wajahnya kepada Allah, yang mempunya harapan kepada Allah untuk mendapatkan mendapat kebaiakan, rahamat, kedekatan dan ampunan-Nya. Atha’ bin Yasar ra berkata: “Tidak ada malam yang lebih utama sesudah malam qadar, kecualai malam nishfu Sya’ban.” Allah tutun ke langit dunia mengampuni dosa-dosa hamba-Nya kecuali 3 golongan, yaitu golongan musyrikin, golongann orang yang mengadu domba dan golongan orang yang memutuskan persaudaraan.

Malam Nishfu Sya’an adalam malam suci yang mempunyai makna sejarah. Pada siang harinya, Allah mengalihkan kiblat umat Islam yang tadinya menghadap ke Baitul Maqdis. Yaitu ketika Rasulullah di Madinah, beliau shalat menghadap ke Baitul Maqdis. Sementara Rasulullah merasakan sesuatu yang kurang enak saat menghada ke sana, dan karena itulah Rasulullah meminta kepada Allah agar bisa menghadap ke Ka’bah. Maka pada hari itu permintaan Rasulullah dikabulkan saat sedang shalat Zhuhur sudah menyelesaikan 2 rakaat, kemudian 2 rakaat berikutnya diselesaikan dengan pindah kiblat ke Ka’bah. Masjid di mana Rasulullah sedang shalat itu disebut Masjid Qibalatain (dua kiblat dalam satu shalat), yaitu masjid Bani Salam.

Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Jika kamu sedang berada di nishfu Sya’ban, maka pada malam harinya dirikanlah shalat dan pada siang harinya berpuasalah, karena Allah Swt di malam harinya turun ke langit dunia dan bersabda: Adakah yang meminta ampun, pasti Aku ampuni. Adadkah yang minta rezeki, pasti Aku beri rezeki. Adakah orang yang kena cobaan, pasti Aku lepaskan, adakah …. Adakah ….. hingga terbit fajar” (HR. Ibnu Majah).

Malam Nishfu Sya’an memang memiliki keutamanaan besar. Rasulullah Saw menghidupkannya dengan mendirikan shalat yang panjang, dengan sujud panjang penuh tadharru’. Diriwayatkan oleh Aisyah bahwa Rasulullah mendirikan shalat malam, memanjangkan sujudnya sampai aku mengiran beliau telah dicabut ruhnya. Ketika melihat demikian, aku mendekat dan menggerakkan jari jempolnya dan beliau menggerakkannya. Kemudian aku kembali dan aku mendengar beliau membaca dalam sujudnya: A’uudzu bi’afwika min iqaabik, wa a’uudzu biridhaaka min sakhathik, wa a’uudzu bika minka ilaik, laa uhshii tsanaa-an ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik (Aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu, aku berlindung kepada-Mu dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dari Engkau dan kepada Engkau, tidak bisa aku hitung betapa banyaknya pujian kepada-Mu segaimana Engkau telah memuji Zat Engkau). Ketika Rasulullah Saw selesai dari shalat, beliau berkata: Wahai Aisyah, apakah kamu mengira bahwa aku telah berpisah denganmu? Aku menjawab: Tidak, demi Allah wahai Rasul, tetapi aku mengira bahwa engkau telah dicabut ruhnya karena panjangnya sujud engkau. Rasulullah Saw bertanya: ”Tahukah kamu apa malam ini?” Aku menjawa: “Tidak, Allah dan Rasulnya yang paling tahu.” Rasulullah Saw bersabda: Ini adalah malam Nishfu Sya’ban, sesungguhnya Allah Swt mengawasi hamba-hamba-Nya di malam Nishfu Sya’ban, kemudian mengampuni orang-orang yang minta ampun, merahmati orang-orang yang minta rahmat” (HR. al-Baihaqi).

Begitulah Rasulullah Saw menghidupkan malam Nishfu Saya’ban. Sedangkan malam Nishfu Sya’ban, ulama menyebutnya sebagai “Malam Bara’ah” yakni malam pemebasan dari neraka. Mereka menganjurkan agar malam itu dihiasi dengan shalat sunnah, zikir dan doa.

Dianjurkan sesudah shalat Maghrib membaca Surah Yasin dan Surah Al-Mulk sebanyak 3 kali, dengan maksud kiranya Allah memberikan 4 hal, yaitu:
1.Allah menganugerahi umur panjang penuh keberkahan.
2.Allah menjauhkan diri dan keluarga dari balak yang akan datang.
3.Allah memberikan kekayaan yang halal dan terhindar dari minta kepada manusia.
4.Menyelamatkan dari siksa kubur.