021-7244630 yayasanpiai@gmail.com

“KEMBALILAH KEPADA  ALLAH” Oleh: Ust. Saifuddin Aman

اِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَامُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَاهَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهم صّلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.  اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوااتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّاوَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Kaum muslimin dan muslimat …..Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Ucapan syukur dan terimakasih yang terhingga kepadaa Allah atas semua rahmat dan karunia-Nya. Shalawat dan salam untuk yang mulia, manusia yang penuh kasih dan sayang Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan sahabatnya semua.
Malam ini Rabu 31 Januari 2108 dengan kesadaran yang tinggi, kita berkumpul di masjid untuk mengagungkan Allah, mensucikan Allah, beribadah dan bersujud kepada Allah berkenaan dengan adanya GERHANA BULAN TOTAL.
Gerhana bulan total kali ini sungguh luar biasa. Kata para ahli, gerhana bulan malam ini disebut sebagai: 1. Super moon. Maksudnya, bahwa  gerhana bulan ini terjadi pada saat bulan sedang dalam posisi terdekat dengan bumi, sehingga bulan nampak terlihat lebih besar dari purnama-purnama di bulan lain.2. Blue moon. Blue Moon atau Bulan Biru hanyalah istilah dalam Astronomi untuk menyebut bulan purnama kedua yang terjadi pada satu bulan kalender masehi. Dalam bulan Januari 2018 ini terjadi 2 kali bulan purnama. Bulan purnama pertama terjadi pada tanggal 2 Januari, dan bulan purnama kedua terjadi pada tanggal 31 Januari.3. Blood moon. Disebut demikian karena pada saat gerhana bulan total, warna yang nampak adalah warna merah darah akibat pengaruh otmosfir bumi.
Peristiwa gerahana bulan total ini disikapi dengan bermacam-macam cara. Ada yang menyambut dengan suka cita lalu berfoto-foto selfi mengabadikan peristiwa yang langka ini. Ada yang mengamatinya untuk pengembangan ilmu pengetahuan, diteliti pengaruhnya terhadap kehidupan makhluk alam. Ada yang menyikapinya dengan beribadah mendekatkan diri kepada Allah sambil terus memuji-Nya, sepeti kita sekarang ini. Tetapi ada juga yang mengkait-kaitkan dengan hal-hal buruk, khurafat, tahayul dan sebagainya. Bapak, Ibu, Saudara, Saudara kaum muslimin yang dimuliakan Allah.

Matahari takdirnya adalah bersinar, dan bulan takdirnya adalah bercahaya. Allah berfirman dalam Surat Yunus ayat 5:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُوراً وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللّهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ ﴿٥﴾

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

Dan sekarang ini terjadi gerhana, bulan tidak bercahaya beberapa saat. Maka kita pun bertanya-tanya: Apa makna Gerhana Bulan ini? Dan apa hikmahnya? Apakah gerhana sebagai tanda akan datangnya bencana? Apakah gerhana sebagai tanda datangnya azab? Apakah gerhana sebagai tanda kemurkaan Allah? Apakah gerhana ini sebagai peringatan Allah? Apakah gerhana justru menjadi tanda akan datangnya keberuntungan? Ataukah gerhana sebagai pertanda akan datangnya sebuah fase di mana umat manusia akan semakin baik, semakin taat dan bertakwa kepada Allah? Hanya Allah yang paling tahu, Wallahu a’lam.

Gerhana ini bermakna atau tidak bermakna, sebenarnya tergantung kita. Apakah kita mau memberikan makna atau tidak. Berhikmah atau tidak berhikmah, sesungguhnya juga tergantung kepada kita, apakah kita mau mengambil hikmah atau tidak. Tetapi bagi orang yang beriman, kita harus percaya bahwa ketika terjadi gerhana, sesungguhnya Allah sedang menunjukkan kebesaran-Nya. Ketika terjadi gerhana, Allah mengingatkan kita agar tidak lalai dan mau mengambil hikmah darinya.

Ada dua hikmah dalam peristiwa gerhana,Yang Pertama Hikmah Ilmiah Qadariah.Yang Kedua Hikmah Syar’iyyah.

Hikmah Ilmiah Qodariyah ialah makna penting dan manfaat besar yang kita ketemukan berdasarkan ilmu pengetahuan dan takdir Allah yang pasti. Di sana ada kebaikan yang sangat berguna bagi manusia.

Di dalam Hikmah Ilmiah Qodariyah ini, Gerhana bukanlah urusan gaib. Gerhana bisa dijelaskan secara logis, dan bisa diketahui secara detil berdasarkan ilmu hisab dan ilmu perbintangan. Mungkin di jaman Rasulullah tidak seorangpun tahu kapan gerhana akan terjadi, maka kala itu gerhana dianggap masalah gaib dan dihubung-hubungkan dengan apa yang menimpa manusia.
Rasulullah menyatakan bahwa gerhana bukanlah masalah gaib. Rasulullah hanya menyebutkan bahwa gerhana adalah ayat Allah, sunnatullah atau fenomena alam yang menjadi bukti kebesaran dan kekuasaan Allah. Maka Rasulullah menyatakan:  “Gerhana terjadi bukan karena kehidupan seseorang atau kematian seseorang.” Ini artinya bahwa gerhana adalah peristiwa atau fenomena alam, di mana Allah menunjukkan kepada manusia akan kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Soal pengaruh atau efek dari gerhana terhadap kondisi alam ini pasti ada. Dan ketika efek itu ada, bukan berarti orang yang mempercayai efeknya itu disebut kafir atau musyirk. Dalam dunia ilmu pengetahuan, tidak ada itu kemusyrikan dan kekafiran, karena bisa dijelaskan secara ilmiah. Mengapa demikian? Karena dunia ini sesungguhnya adalah satu kesatuan, satu ekosistem yang saling mempengaruhi.

Gerhana bulan total adalah anugerah bagi laut yang memberikan keuntungan besar bagi manusia. Saat tejadi gerhana bulan, grafitasi bulan sangat kuat sehingga membuat air pasang yang sangat tinggi. Air laut yang tadinya surut menjadi terangkat ke atas, membuat biota laut semacam plankton yang ada di bawah ikut naik teraduk-aduk ke permukaan. Menyebarnya plankton dan membanjirnya plankton akan menyuburkan laut, dan ikan-ikan pun menjadi subur menikmati plankton. Dengan memakan plankton, populasi ikan cepat berkembang dan beranak pianak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pasang surut purnama yang dihasilkan oleh gerhana bulan menghasilkan suatu pasang tertinggi di laut dan menyebabkan adanya pengadukan gerakan massa air yang kaya nutrien secara vertikal dan mampu meningkatkan kesuburan biota laut. Maka di sini laut memberi penghidupan kepada manusia. Dengan demikian, gerhana adalah anugrah besar dari Allah. Fabiaayi alai rabbikuma tukazziban…..

Adapun Gerhana Dalam Hikmah Syar’iyah, ialah sebuah peristiwa besar yang dihadirkan oleh Allah untuk membangunkan manusia dari lalai, disebabkan terlalu sibuk urusan dunia atau terlalu asyik bermimpi. Allah membuat gerhana untuk mengingatkan manusia agar kembali kepada Allah, menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

Itu artinya, gerhana terjadi karena Allah sedang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Maka ketika terjadi gerhana, Rasulullah Saw menyuruh kita untuk berdoa, bertakbir, bersedekah dan mendirikan shalat. Rasulullah Saw bersabda:إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله لا يخسفان لموت أحد ولا لحياته فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله وكبروا وتصدقوا وصلواSesungguhnya matahari dan bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah, tidak terjadi gerhana keduanya karena kematian seseorang atau kehidupan seseorang. Maka apabila kamu melihat gerrahana, hendaklah kamu berdoa, mengagungkan Allah bersedekah dan mendirikan shalat.
Gerhana adalah tanda kebesaran Allah yang ditampakkan kepada manusia, agar manusia mengambil ibrah, makna, pelajaran dan hikmah untuk kebaikan dirinya dengan melakukan ibadah dan amal shaleh. Inilah yang kita sebut Hikmah Syari’yyah. Ada banyak hikmah syar’iyyah:

Hikmah Syar’iyyah yang pertama:Allah menjadikan gerhana, agar manusia takut kepada Allah. Allah berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلاَّ تَخْوِيفاً ﴿٥٩﴾

Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menjadikan manusia takut kepada Allah (Al-Isra’: 59).
Rasulullah Saw bersabda:

إن الشمس والقمر لا يكسفان لموت أحد ولا لحياته ولكنهما من آيات الله يخوف الله بهما عباده

Sesungguhnya gerhana matahari dan gerhana bulan tidak terjadi karena kematian seseorang atau kehidupan seseorang, tetapi keduanya adalah dari ayat-ayat Allah di mana dengan kedua gerhana tersebut Allah memberikan peringatan kepada hamba-Nya agar takut kepada-Nya.
Takut atau khauf adalah MIQYASUL IMAN, barometer keimanan seseorang. Tebal dan tipisnya iman bisa diukur dengan rasa takutnya kepada Allah. …………………….

Takut di sini bukan lari menjauh dari Allah, tetapi justru berusaha mendekat kepada Allah. Semakin dekat seseorang kepada Allah, maka dia akan semakin cinta kepada Allah. Semakin cinta seseorang kepada Allah, maka dia semakin banyak mengerjakan amalan-amalan sunnah. Jika seseorang banyak mengerjakan amalan-amalan sunnah, maka Allah akan menyintainya. Allah berfirman dalam hadis qudsi:

ولا يزال عبدي يتقرب إليّ بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به، وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، ورجله التي يمشي بها، ولئن سألني لأعـطينه، ولئن استعاذني لأعيذنه

Hamba-Ku selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan kesunnatan sampai Aku menyintainya. Jika Aku sudah menyintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang dipakaiu untuk mendengarkan, Aku adalah penglihatannya yang dipakai untuk melihat, Aku ada tangannya yang dipalai untuk memukul, Aku adalah kakinya yang dipakai untuk berjalan. Dan jika dia meminta kepada-Ku pasti Aku sungguh memberikanya. Dan jika dia memohon perlindungan kepada-Ku pasti Aku sungguh melindunginya.

Bagi orang yang takut kepada Allah, Allah menjanjikan syurga untuknya:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى ﴿٤١﴾

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya (Surat An-Naziat 40-41)

\وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

Dan bagi orang yang takut kebesaran Tuhannya ada dua surga (Surat Ar-Rhman: 46)

Hikmah Syar’iyyah yang kedua:Bahwa gerhana dihadirkan Allah agar manusia ingat dan banyak berzikir kepada Allah.

Rasulullah Saw bersabda:

فإذا رأيتم كسوفا فاذكروا الله حتى ينجليا

Jika kamu melihat gerhana, maka berzikirlah kepada Allah sampai tampak terang kembali (HR Muslim).

Harus kita sadari bahwa selama ini kita lebih banyak lupa kepada Allah. Saat sedang lapang, kita lupa Allah. Saat sehat, kita lupa Allah. Saat maju usaha, kita lupa Allah. Kita baru ingat kepada Allah ketika sedang mengalami hal-hal yang sulit. Kita baru ingat kepada Allah ketika sakit. Kita baru ingat Allah pada saat sedang tertimpa musibah.
Allah perintahkan kita untuk berzikir:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً ﴿٤١﴾

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya (Surat Al-Ahzab: 41)

Hikmah Syar’iyyah yang ketiga:Bahwa gerhana dihadirkan Allah, agar kita banyak berdoa dan mengagungkan Allah. Rasulullah Saw bersabda:

فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله وكبروا وتصدقوا وصلوا

Maka apabila kamu melihat gerahana, hendaklah kamu berdoa, mengagungkan Allah, bersedekah dan mendirikan shalat.
Kenapa harus berdoa dan mengagungkan Allah? Supaya kita sadar bahwa kita ini adalah makhluk yang lemah dan tidak punya apa-apa. Allahlah yang Maha Agung, yang membuat kita kuat dan memberikan apa-apa. Maka jangan kita merasa tidak perlu Allah, dan jangan sombong merasa hebat sendiri.
Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari berdoa kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (Ghafir/40: 60)

Hukmah Syar’iyyah yang keempat:Bahwa gerhana dihadirkan Allah, agar kita banyak bersedekah. Rasulullah Saw bersabda:

فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله وكبروا وتصدقوا وصلوا

Maka apabila kamu melihat gerahana, hendaklah kamu berdoa, mengagungkan Allah bersedekah dan mendirikan shalat.

Kenapa bersedekah? Karena sedekah bisa menolak balak. Karena sedekah menyembuhkan penyakit. Karena sedekah membuat orang saling menyayangi. Karena sedekah mengudang datangnya rezeki.

Hikmah Syar’iyyah yang kelima:Bahwa gerhana dihadirkan Allah, agar kita mendirikan shalat. Rasulullah Saw besabda:

فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله وكبروا وتصدقوا وصلوا

Maka apabila kamu melihat gerahana, hendaklah kamu berdoa, mengagungkan Allah bersedekah dan mendirikan shalat.

Kenapa shalat?Karena shalat adalah pintu kebaikan.Karena shalat adalah tangga orang beriman menuju Allah.Karena shalat adalah ajian untuk mengurai masalah. Rasulullah ketika menghadapi masalah bangkit dan mendirikan shalat. Itu sebabnya shalat bermacam-macam namanya sesuai dengan kebutuhan. Saat butuh rezeki lakukan shalat Dhuha, saat kebingungan menentukan pilihan lakukan shalat Istikharah, saat punya keperluan lakukan shalat hajat, dan sebagainya.

Hikmah Syar’iyyah yang keenam:Gerhana menjadi renungan penyadaran diri.
Gerhana Bulan adalah tertutupnya cahaya bulan oleh bayangan bumi. Fenomena ini menjadi ibrah dan pelajaran penting, bahwa cahaya bisa tertutup sehingga menjadi gelap. Bulan menurut fitrahnya adalah bercahaya dan memberikan penerangan di kegelapan malam. Tetapi cahaya itu bisa hilang karena terhalang oleh bayangan bumi.
Sama dengan kita. Fitrah kita adalah cahaya putih, kullu mauludin yuladu alal fithrah. Fitrah kita adalah berhati bening dan bersinar. Fitrah kita adalah saling menyayangi dan saling memuliakan. Fitrah kita adalah hidup dengan cahaya hidayah Allah. Fitrah kita adalah hidup mengikuti aturan Allah, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya. Fitrah kita adalah beragama yang lurus, mengagungkan Allah dan memuliakan manusia.
Tetapi cahaya dan fitrah itu bisa tertutup oleh nafsu dan keserakahan. Cahaya dan fitrah itu bisa tertutup oleh pengaruh buruk lingkungan, kawan dan teman. Cahaya dan fitrah kita bisa tertutup oleh kesombongan, egoisme, dengki dan benci.
Namun ketahuilah sudara dan saudariku bahwa penutup cahaya dan fitrah manusia yang paling besar adalah perbuatan dosa. Dosalah yang membuat hidup menjadi gelap. Dosalah yang membuat hidup resah gelisah. Dosalah yang membuat hidup tidak tenang dan tidak nyaman. Dosalah yang membuat hidup menderita. Dosalah menjadi penyebab munculnya penyakit ruhani dan jasmani. Dosalah yang menjadi penyumbat aliran rezeki.

إذا كثرت ذنوب العبد فلم يكن له من العمل ما يكفرها ابتلاه الله بالحزن ليكفرها عنه

Jika dosa hamba sudah banyak dan tidak ada amal yang menghapusnya, maka Allah akan timpakan cobaan rasa gelisah untuk menghapusnya.

إنَّ المؤمن إذا أذنب كانت نكتةسوداء في قلبه، فإن تاب ونزع واستغفر، صقل) قلبه، وإن زاد زادت، حتَّى يعلو قلبه ذاك الرَّان الذي ذكر الله عزَّ وجلَّ في القرآن: كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Sesungguhnya jika seorang mukmin melakukan suatu dosa, saat itu akan tertempel satu noda hitam di dalam hatinya. Jika dia bertaubat, berlepas diri dari perbuatan dosa dan memohon ampun, maka hatinya menjadi bening. Jika perbuatan dosanya bertambah hingga mengguguli hatinya, itulah KARAT sebagaimana disebutkan Allah dalam Surat Al-Mutaffifin ayat 14.

لا يَزيد في العُمْر إلا البِر، ولا يردُّ القدَرَ إلاَّ الدُّعاء، وإنَّ الرجل ليُحرم الرِّزقَ بالذنب يُصيبه

Tidak bisa menambah umur kecuali kebaikan, tidak ada yang menolak ketentuan Tuhan kecuali doa. Dan sesungguhnya seseorang akan terhalang rezekinya oleh dosa yang menimpanya.

قال المحاسبي: اعلم أنَّ الذنوب تورث الغفلة، والغفلة تورث القسوة، والقسوة تورث البعد من الله، والبعد من الله يورث النار

Syekh Al-Mahasibi berkata:Ketahuilah sesungguhnya dosa itu mewariskan lupa. Lupa mewariskan kekerasan hati. Kekerasan hati mewariskan jauh dari Allah. Jauh dari Allah mewariskan neraka.

Kalau sudah begitu, tidak ada yang bisa menghilangkan kegelapan kecualu beristighfar. Tidak ada yang bisa mengembalikan cahaya kecuali istighfar. Tidak ada cara untuk mengembalikan firtah kecuali dengan istighfar. Dan tidak ada yang menghilangkan karatnya hati kecuali istighfar. Dan jika kita ingin melunakkan dan menjinakkan hati, maka banyak-banyaklah berzikir kepada Allah. La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zhalimin..

Akhirnya mari kita tutup khotbah ini dengan berdoa:Alhamdulillahi rabbil alamin. Washsholatu wassalamu ala asyrafil anbiya wal mursalin. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami. Ampuni dan sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kami masih kecil sampai kami menjadi dewasa. Yang Allah, kami telah aniaya diri kami sendiri. Tangan yang mestinya untuk menolong dan berbuat baik, tetapi kadang kami pergunakan untuk kezaliman, mengambil hak orang mejada alat kerakusan. Kaki yang mestinya Kau kehendaki untuk berjalan menapaki jalan yang lurus dan benar, justru langkah kami lebih banyak mengikuti jalan bengkok menujuk kemaksiatan. Mulut yang mestinya Kau kehendaki untuk berkata baik, bertutur menyenangkan, mengajak pada kebaikan, tetapi lebih banyak kami gunakan untuk kebohongan, berkata-kata menyakitkan, mencaci, memfitnah, menghujat dan membuat kemarahan orang. Ya Allah, jika tidak Engkau ampunia kami, maka kami akan menjadi orang-orang yang merugi.