021-7244630 yayasanpiai@gmail.com

Kita sering terjebak dalam ketidak pastian. Kita sering terlibat dalam pusaran, maju berat, mundur tanggung dan diam tidak tahan. Kita sering tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Begitu banyak informasi yang nampaknya meyakinkan, padahal bisa jadi itu adalah berita tipuan. Begitu banyak pemandangan yang nampaknya sangat menyenangkan, padahal bisa jadi itu menyengsarakan. Nampak dari kejauhan seperti air lautan, padahal itu fatamorgana. Nampak putih menarik seperti gula, padahal itu adalah garam. Nampak dirasa sangat nikmat menyengangkan padahal itu itu adalah racun yang mematikan. Maka tidak ada pilihan bagi kita kecuali menjadi orang cerdas, bijak dan kembali kepada Allah.

Orang cerdas, bijak dan mengembalikan urusan kepada Allah, dia itulah orang yang semua tindakannya digerakkan oleh hati nuraninya. Sebab hati nurani selalu terhubung dengan Allah, hati pasti jujur, hati nurani pasti lurus, hati nurani tidak berbohong. Hati nurani bisa menangkap firasat dan mendapatkan ilmu dari Allah. Orang-orang yang punya hati nurani seperti itu disebut ULUL ALBAH. Mengapa demikian?

  • Karena Ulul Albab telah diberikan hidayah oleh Allah:

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُوْلَئِكَ هُمْ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ ﴿١٨﴾

Merekalah irang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal (Az-Zumar: 18).

  • Karena Ulul Albab selau mengambil pelajaran dari berbagai sumber:

إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ ﴿١٩﴾

Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran (Ar-Ra’d: 19)

  • Karena Ulul Albab mengambil ibrah dan hikmah dari berbagai peristiwa:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُوْلِي الأَلْبَابِ ﴿١١١﴾

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (Yusuf: 111)

Ulul Albab

  • Tindakannya bukan digerakkan oleh nafsu untuk mengajak kepada keburukan.
  • Tindakannya bukan digerakkan oleh syahwat untuk menurutkan kemaksiatan.
  • Tindakannya bukan digerakkan oleh dendam untuk menuntut pembalasan.
  • Tindakannya bukan digerakkan oleh kebencian untuk menebarkan fitnahan.
  • Tindakannya bukan digerakkan oleh kekecewaan untuk ambisi menjatuhkan.

Dalam Surat Ali Imran ayat 190-191, Allah menjelaskan tentang orang yang disebut sebagai Ulul Albab.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ ﴿١٩٠﴾ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang berzikir/mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (Ali Imran: 190-191)

Pesan dari ayat 190-191 Surat Ali Imran ini ialah, bahwa orang yang cerdas atau Ulul Albab adalah orang yang BERFIKIR dan BERZIKIR.

Berfikir akan menemukan sarana, menemukan ide-ide dan gagasan untuk dilaksanakan. Berzikir akan menyampaikan pada tujuan. Kedua-duanya harus berjalan bersama-sama dan beriringan, ibarat dua sayap burung. Seekor burung tidak akan bisa terbang jauh kalau cuma punya satu sayap.

Berfikir, itulah senjata kita untuk mengarahkan diri kita. Kita akan punya apa, mau jadi apa, hendak ke mana nanti, dan ingin melakukan apa, ditentukan oleh pikiran kita. Orang bijak berkata: “Anda adalah pikiran Anda.” Pikiran Anda dipengaruhi oleh apa yang Anda baca, apa yang Anda lihat dan apa yang Anda dengar.

Kalau Anda cuma membaca buku-buku Wahabi, maka Anda menjadi orang yang berfaham Wahabi. Kalau Anda cuma membaca buku-buku Syiah, maka Anda akan menjadi orang yang berfaham Syiah. Kalau Anda cuma membaca buku-buku Sunny, maka Anda akan menjadi orang yang berfaham Ahli Sunnah. Kalau Anda membaca banyak kitab dari mengakaji berbagai aliran, maka Anda akan mempunyai faham yang luas dan pemikiran yang cerdas.

Berzikir adalah wasilah untuk sampai pada hakikat. Ketika kita berzikir, kita melibatkan keyakinan yang haqqul yakin. Dan hanya dengan keyakinan yang tinggi kita bisa sampai pada tujuan. Zikir adalah boster kehidupan dan menyampaikan pada tujuan. Imam Al-Qusyairi menyebutkan:

الذكر منشور الولاية ومنار الوصلة وتحقيق الارادة وعلامة صحة البداية ودلالة النهاية

Zikir tanda kewaliayan, menara penyambung, merealisasikan kehendak, tanda benar permulaan dan penuntun sampai akhir tujuan.