021-7244630 yayasanpiai@gmail.com

Berita AL-IHSAN. Rabu 20 September 2017 adalah akhir tahun 1438 Hijirah dam awal tahun baru 1439 H.. Di hari itu umat Islam mengadakan perayaan mengakhiri tahun dan menyambut tahun baru. Dalam merayakan Tahun Baru 1439 H (Qomariyah) ternyata kegiatan umat Islam tidak kompak layaknya menyambut Tahun Baru Miladiyah (Syamsiyah) yang biasanya difasilitasi oleh berbagai fihak. Masing-masing kelompak jamaah punya kegiatan sendiri-sendiri. Sebagian umat Islam ada yang mengadakan pawai keliling desa/jalan dengan shalawatan, sambil menabuh rebana, drum dan alat musik lainnya. Ada pula yang menyalakan kembang api dan membunyikan petasan (seperti di flayover Kebayoran Lama Jakarta Selatan). Ada pula yang berkumpul di masjid untuk ngaji, zikir dan doa bersama.

Lain lagi yang dilakukan oleh Pengurus dan Jamaah Masjid Jami’ Al-Ihsan Jalan Kerinci Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang diketuai oleh Bapak H. Mohammad Pian Tandjoeng. Di masjid ini diadakan Khataman Al-Qur’an Binnazhar sesudah shalat Ashar hingga menjelang maghrib dan ditutup dengan doa akhir tahun. Kegiatan ini dipimpin oleh Ustadz H. Musyawffa’ Ahmad dan Ustadz H. Muwafiqul Huda. Kemudian sesudah shalat Maghrib yang diimami Ust. Ade Abdul Muqit dilanjutkan lagi dengan acara menyambut dan mengawali Tahun Baru 1439 H. Dalam menyambut Tahun Baru 1439 H, Alhamdulillah ikut hadir shalat berjamaah Menteri Agama RI, Bapak H. Lukman Hakim Syaifuddin dan berkenan memberikan mauizhah hasanah. Dalam mauizhanya, beliau mengajak agar umat Islam terus meningkatkan kualitas hidup seiring dengan terus berjalanya waktu dari tahun ke tahun. Ketika datang tahun baru, berarti berkurang usia manusia dari umur yang sudah ditentukan Allah. Beliau menyitir hadits “hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.” Maka asah dan tingkatkan kualitas hidup, karena hidup berkualias adalah perintah agama. Hidup berkualitas membuat orang cerdas dan tidak mudah terperdaya. Jika kita punya kualitas, maka yang kita lakukan pasti baik, dan itu adalah bentuk ibadah kepada Allah. Ibadah kepada Allah itu bermacam-macam bentuknya.

Acara ini diakhir dengan doa bersama dipimpin oleh Ust. H. Saifuddin Aman. Sebelum bubar, jamaaah bermushafahah (bersalam-salaman) yang menjadi tradisi Masjid Al-Ihsan sesudah shalat berjamaah. Dan pak Menteri Agama dengan senang hati berdiri menyalami semua jamaah yang hadir.