021-7244630 yayasanpiai@gmail.com

PROSESI MASUK ISLAM. Pada tanggal 28 November 2017 jam 09.00 WIB, telah menyatakan masuk Islam seorang perempuan bernama RATNA AMALIA, di Masjid Jami’ Al-Ihsan Jl. Kerinci Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Prosesi peng-Islaman dipimpin oleh Usts. H. Saifuddin Aman dihadiri oleh Bapak HM. Pian Tandjoeng (Ketua Masjid Al-Ihsan) dan juga sahabat-sahabat lainnya. Berikut di bawah ini adalah pengantar yang disampaikan oleh Ust. H. Saifuddin Aman.

Islam sebagai agama hadir menjadi rahmat bagi alam semesta. Ia datang untuk menebarkan kasih sayang bagi siapapun. Inti ajaran agama Islam adalah: Mengagungkan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa dan memanusiakan manusia. Untuk mengagungkan Allah maka harus beribadah. Dan ibadah ada tatacara dan aturannya. Untuk memanusiakan manusia, maka hormatilah hak asasi manusia. Demi kemanusiaan, ditetapkanlah adanya hak dan kewajiban, ada etika dan moral, ada kesepakatan dan nilai-nilai kearifan.

Syariat Islam dihadirkan Tuhan bukan tanpa tujuan. Ada maksud agung untuk kebahagiaan dan keselamatan manusia. Ada 3 tujuan Syariat Islam (Maqashid Syariah), yaitu:

(1). Tujuan Syariat yang pertama adalah membeberikan pendidikan, mencerdaskan dan membersihkan setiap individu. Dengan pendidikan dan kecerdasan, orang akan maju dan berkembang dalam hidup. Dengan jiwa yang bersih, orang akan terhindar dari perbuatan yang merusak. Dengan begitu, setiap individu diharapkan menjadi agen kebaikan, maka terciptalah dan tersebarlah kebaikan di mana-mana, sehingga dunia menjadi indah dan damai. Untuk menjadi manusia yang terdidik, cerdas dan berhati/berjiwa bersih, manusia diperintahkan untuk beribadah. Maka sebagai bukti seseorang yang beragama Islam dia harus beribadah, seperti shalat, haji, puasa, dan sebagainya. Jadi ibadah adalah bukti ke-Islaman.

(2). Tujuan Syariat yang kedua adalah menegakkan keadilan. Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, berdiri di tengah, tidak condong ke kanan dan tidak condong ke kiri, tidak ekstrim ke kiri menjadi Iblis dan tidak ekstrim ke kanan menjadi ISIS, tidak menurutkan syahwat seperti binantang dan tidak membuang syahwat seperti malaikat. Setiap individu harus bisa berlalu adil dan menerapkan keadilan, kalau dia hakim maka menjadi hakim yang adil, kalau dia pejabat maka menjadi pejabat yang adil, kalau dia orang tua maka dia menjadi orang tua yang adil. Adil harus berdiri di atas aturan, maka arang  yang beragama Islam harus ikut aturan, mengikuti hukum dan tertib. Adil harus diterapkan kepada siapa saja, termasuk kepada musuh atau orang yang dibenci. Allah berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 8:  Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan hak karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(3). Tujuan Syariat yang ketiga adalah menegakkan kemaslahatan umum atau kebaikan untuk semua umat manusia. Kemaslahatan umum inilah yang kemudian diadopsi dan dan ditetapkan sebagai HAK ASASI manusia yang harus dihormati oleh seluruh menusia di dunia. Kemaslahatan umum yang dijaga oleh Syariat Islam dan harus dilindungi ialah:

  1. Menjaga Agama. Setiap orang harus dijaga dan dilindungi agama dan kepercayaannya, apapun agamanya dan apapun keyakinannya. Karena agama adalah hak setiap individu, maka semua orang yang sudah dewasa tidak boleh dihalang-halangi atau dipaksa untuk memeluk agama tertentu sesuai dengan pilihannya. Tidak boleh ada orang beragama tententu menyerang atau menghina/merendahkan/menistakan agama orang lain.
  2. Menjaga Diri (Fisik). Setiap orang harus dijaga dan dilindungi dirinya dari berbagai kejahatan. Setiap diri adalah ciptaan Allah, seperti apapun kondisi dan bentuknya, tidak boleh ada penghinaan fisik, tidak boleh ada persekusi, tidak boleh ada kekerasan atau penyerangan. Fisik adalah anugerah Allah, maka harus dimuliakan. Setiap diri punya kehormatan. Karena itu, maka tidak boleh ada penzaliman, penganiayaan, pembunuhan (kecuali qishash), juga tidak boleh bunuh diri.
  3. Menjaga Akal. Akal adalah kekayaan manusia yang paling tinggi, dengan itulah manusia diangkat menjadi Wakil Tuhan di bumi. Akal, dialah yang melahirkan pemikiran, ide-ide, temuan-temuan, gagasan-gagasan dan berbagai pendapat. Maka setiap orang harus dihargai pendapatnya, dihargai pikirannya. Hasil cipta karyanya harus dilindungi, maka ditetapkan hak ciptanya. Sungguhpun demikian, pemikiran yang disepakati sebagai hal yang tidak bisa diterima oleh masyarakat yang lebih besar, harus dibatasi atau dihadang bila disebarkan secara umum. Di sinilah perlunya ada lembaga yang menetapkan bahwa sebuah pemikiran bisa dianggap sesat, kemudian dicegah atau tidak diperkenankan untuk disebarkan. Semua hal-hal yang bisa merusak akal harus dihilangkan. Narkiba dilarang dan haram karena dia merusak akal dan juga merusak banyak hal.
  4. Menjaga Harta. Harta adalah keperluan untuk hidup. Dengan harta orang menjalani hidup, mengembangkan hidup dan menikmati hidup, maka harus dilindungi. Setiap orang untuk mendapatkan harta melalui usaha yang benar. Maka mempertahankan harta dan hak milik adalah sebuah keharus dan itu dilindungi oleh undang-undang. Tidak boleh ada perampasan tanpa hak, tidak boleh ada pencurian, tidak boleh ada penipuan, tidak boleh ada penggelapan dan sebagainya. Hak milik juga punya keterkaitan dengan pihak lain, maka ada kewajiban membayar zakat, memberikan infak, membayar pajak, bersedekah dan sebagainya.
  5. Menjaga Keturuanan. Keturuan adalah sebuah prasyarat untuk tetap adanya kehidupan, karena tanpa adanya keturunan, hidup akan berhenti. Untuk memperoleh keturunan harus ada perkawinan. Maka perkawinan adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi dan dijaga keberlangsungannya. Setiap orang berhak memilih pasangan hidupnya demi memperoleh keturunan. Agar perkawinan ini bisa tetap kekal dan kemudian melahirkan generasi yang tidak bermasalah di kemudian hari, maka Syariat mengaturnya bahwa pernikahan pasanagan laki-laki dan perempuan harus seiman.