021-7244630 yayasanpiai@gmail.com

SAMBUTAN SANTUNAN ANAK YATIM 14 SEPTEMBER 2019

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdu lillahi robbil alamin. Washsholatu wassalamu ala asyrofil anbiyai wal mursalin, Muhammadin wa ala alihi washahbihi ajma’in. Amma ba’du.

Yang kami homati Bapak Camat Kebayoran Baru, atau yang mewakilinya.
Yang kami homati Bapak Kapolsek Kebayoran Baru, atau yang mewakilinya.
Yang kami homati Bapak Danramil Kebayoran Baru, atau yang mewakilinya.
Yang kami homati Bapak Lurah Kebayoran Baru, atau yang mewakilinya.
Yang kami homati Bapak-bapak RW kel. Gunung Kebayoran Baru.
Yang kami homati Bapak-bapak Anggota Dewan Pembina/Pengawas YPI Amal Ihsan.
Yang kami homati Ketua Yayasan, para Pengurus dan seluruh staf Masjid Al-Ihsan
Bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, hadirin dan hadirat yang berbahagia.

Alhamdulillah, puja dan puji syukur sebanyak-banyaknya kita haturkan kepada Allah yang telah memberikan karunua berupa taufik, hidayah dan kenikmatan hidup kepada kita semua. Karunia Allah itulah yang menjadi sebab kita hadir di majlis ini dalam keadaan sehat wal afiat penuh semangat suka cita dan bergembira ria. Semoga kita terus mendapatkan tambahan rahmat Allah yang berlimpah ruah.
Shalawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan sahabat-sahabatnya semua, sebagai tanda cinta kita kepadanya. Semoga kita semua bisa terus konsisten menjadikan Rasulullah sebagai tauladan dan kelak bersama beliau dan sahabat-sahabatnya dalam satu barisan saat berjumpa Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamin.
Bapak, Ibu, Saudara, anak-anak, hadirin dan hadirat yang berbahagia.

Hari ini kita masih berada di permulaan Tahun Baru 1441 Hijriah. Maka di hari ini pula kita diingatkan untuk membuka kembali sejarah Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Karena persitiwa Hijrah itulah umat Islam mengalami kemajuan yang luar biasa. Cara hidup umat Islam menjadi berubah, dari hidup Jahiliyah yang penuh kegelapan, menjadi hidup yang Madaniyah penuh kemajuan.
Di samping memperingati Tahun Baru Hijrah, hari ini juga kita juga memperingati hari-hari kedukaan dzurriyyah Rasulullah yang diperlakukan secara tidak manusiawi dalam perang Karbala, tepatnya tanggal 10 Muharram. Husein Cucu Rasulullah bersama sahabat-sahabatnya yang dalam jumlah tidak seberapa dibunuh dalam Perang ini, yang bertepatan pada tanggal 10 Muharram. Karena kematian mereka itulah, maka anak-anaknya menjadi yatim. Inilah sejarah kelam yang akhirnya memunculkan Kelompok Syiah dan Sunny hingga saat ini.
Anak-anak yang telah ditinggal mati oleh ayahnya memerlukan perhatian dan memerlukan bimbingan bagaimana bisa terus menjalani hidup menuju harapan masa depan. Maka Kaum muslimin dan muslimat yang punya kemampuan danjurkan untuk bisa peduli kepada mereka. Begitu antusiasnya kita punya kepedulian kepada anak-anak Yatim, sampai hari 10 Muharram disebut Lebaran Anak Yatim.

Sesungguhnya peduli kepada anak yatim itu dianjurkan setiap waktu dan setiap saat. Kalau mungkin anak yatim itu dibina dan ditanggung bisa hidup bersama dalam satu keluarga, tentu bagi yang punya keluasan. Jika tidak memungkinkan, maka cukupklah kita bisa berbagi dengan apa yang kita bisa bagikan. Kalau tidak bisa berbagi, maka mari kita tunjukkan rasa simpati dan kita perlakukan anak-anak yatim dengan penuh kasih sayang. Allah berfirman dalam Surat Al-Maun ayat 1-2: Tahukah kamu siapa itu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang membentak berlaku kasar kepada anak yatim. Rasulullah juga menyatakan: Aku dan orang yang menanggung anak yatim ada di syurga. Begitulah Rasulullah bersabda sambil menunjukan dua jari yang berdempetan sebagi isyarat kedekatannya.

Masjia Jami’ Al-Ihsan insya-Allah akan membuat program beasiswa anak Yatim pada tahun 2020. Tentu dengan aturan dan seleksi yang ketat. Kepada mereka yang terpilih akan diberikan pendidikan dan pelatihan khusus. Maka kepada anak-anak dan para wali yang berminat silakan mendaftar pada saat pengumuman nanti.

Kepada anak-anakku semua, saya pesankan: Teruslah semangat belajar, bermimpilah menjadi orang yang hebat, bercita-citalah menjadi orang besar, jangan rendah diri tetapi percayalah pada diri bahwa kalian bisa. Kuatkan mental jangan cengeng, bersabar dan terus berdoa, pasti Allah bersama kalian.

Akhir kata, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudari semua atas kehadiran, dedikasinya, teruma bapak dan ibu yang menyerahkan dana kapada kami untuk anak yatim, juga bapak/ibu yang menyerahkannya secara langsung. Semoga Allah selalu memberkahi kita semua. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan yang terjadi dalam acara ini.

Billahit taufiq wal hidayah. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.