021-7244630 yayasanpiai@gmail.com

Oleh: Ust. H. Saifuddin Aman

Telah diketahui bahwa sumber syariat terpenting adalah Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW. Keduanya inilah asas sumber Islam dan semua hukum Islam. Sungguh pun dinyatakan keduanya sebagai sumber syariat, tetapi sebenarnya di zaman Rasulullah sumbernya cuma satu, yaitu Al-Qur’an, tidak ada duanya.

Mengapa cuma Al-Qur’an?

Karena Al-Hadits pada waktu itu menjadi syarah atau kalimat yang menerangkan dan menjelaskan Al-Qur’an yang belum terperinci dan masih banyak makna yang samar. Penjelasan Hadits harus menjadi bagian dari Al-Qur’an, karena memang Rasulullah diperintahkan menjelaskan Al-Qur’an, dan kita diperintahkan untuk mentaatinya. Allah Swt berfirman:

مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللّهَ وَمَن تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظاً ﴿٨٠﴾

Barangsiapa yang menta`ati Rasul, maka sesungguhnya ia telah menta`ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta`atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka (An-Nisa’: 80)

وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَاحْذَرُواْ فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُواْ أَنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاَغُ الْمُبِينُ ﴿٩٢﴾

Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-Nya dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang (Al-Maidah: 92).

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٤٤﴾

Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan (An-Nahl: 44)

Menjadi jelas, bahwa sumber utama syariat adalah Al-Qur’an. Tetapi karena semua masalah dijelaskan oleh Rasulullah, maka Hadits Rasulullah Saw posisinya menjadi sumber syariat kedua. Allah menyatakan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ﴿٢٤﴾

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan (Al-Anfal: 24).