021-7244630 yayasanpiai@gmail.com

SEJARAH PENETAPAN SYARIAT (3) ZAMAH RASULULLAH

Sumber Syariat ada 4, yaitu Al-Qur’an, Al-Hadits, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas. Pada zaman Rasulullah sumber penetapan syariat adalah Al-Qur’an yang kemudian dijelaskan dan disyarahkan oleh hadits Rasulullah. Jadi, sumber ketetapan syariat pada masa Rasulullah itu cuma Al-Qur’an dan Al-Hadits, yang kemudian kita sebut sebagai NASH atau Teks Dalil

Sedanagkan Al-Ijma’ dan Al-Qiyas tidak dipakai, atau bahkan belum ada, karena pada waktu itu semua persoalan langsung dikembalikan kepada Rasulullah sebagai penerima wahyu. Selagi Rasulullah masih ada, maka nash akan terus ada. Dan akan menjawab semua masalah yang muncul, nash akan datang menjawab masalah yang dihadapi. Di masa itu sekalipun ada ijtihad atau qiyas, tetap saja semua masalah dikembalikan kepada Rasulullah. Kalau sudah kembali kepada Rasulullah, berarti ketetapan syariat berdasarkan nash.

NASH atau TEKS Dalil ada 2, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits.

  1. Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Muhammad, yang kalau dibaca menjadi ibadah, yang diawali dengan Surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surat An-Nas. Al-Qir’an adalah wahyu dari Allah diberikan kepada Nabi dalam bentuk lafadl dan makna.
  2. Al-Hadits. Al-Hadis ada 2, yaitu Hadits Nabawai dan Hadis Qudsi.

Hadits Nabawi yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi, berupa ucapan (lafadl), perbuatan, ketetapan, sifat-sifat khalqiyah atau khuluqiyah.

Contoh ucapan:

انما الاعمال بالنيات

Sesungguhnya perbuatan itu terkait atas niatnya.

Contoh perbuatan: Aisah berkata:

قالت عائشة رَضي اللَّه عنها أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَان يقُومُ مِنَ اللَّيْلِ حتَّى تتَفطَرَ قَدمَاهُ

Aisyah berkata, bahwa Nabi SAW mendirikan shalat malam sampai kedua kakinya bengkak-bangkak.

Contoh ketetapan: Makan binatang “garangan”. Pada suatu hari dihidangkan di hadapan Rasulullah. Di sana ada daging garangan, Rasulullah tidak makan, tetapi para sahabat pada makan dan Rasulullah tidak melarang.

Contoh sifat kemanusiaan: Rasul itu selalu ceria. Rasul itu sabar.

Contoh sifat khalqiyah: Rasul itu menjaga kebersihan, memanjangkan jenggot….